Sayangnya, dari kekuatan jumbo tersebut tidak mampu mengalahkan pasangan dengan jargon MTH-VR itu. Sejatinya, kedaulatan sepenuhnya ada di tangan rakyat.
"Kekuatan rakyat mengalahkan ASN. Jadi, kalau nanti teman-teman wartawan mengutip dong bahasanya yang jangan salah, jangan saya dipojokkan lagi," kata Bupati Malra Thaher Hanubun saat memimpin apel gabungan sejumlah OPD di pelataran Dinas Perikanan Malra Senin, (10/3).
Thaher tak menyangka bahwa, periode kedua mencalonkan diri sebagai Bupati Maluku Tenggara sebagian besar lawannya adalah ASN.
"Kemarin itu padahal saya maju untuk Jilid 2. Tetapi yang saya lawan adalah sebagian besar 80% dari ASN. Padahal kita pernah hidup sama-sama dalam lima tahun," geramnya.
Menurutnya, memang untuk melayani semua tidak akan mungkin. Lagipula ia sama sekali tidak minta dukungan secara langsung, tetapi paling tidak ada perhatian penuh atas kebaikan-kebaikan kerja sama dengan ASN selama lima tahun.
"Tapi nyatanya seng (tidak) ada sama sekali. Tapi tidak apa-apa juga, kedaulatan rakyat mengalahkan ASN," kecam Bupati Malra.
"Kekuatan rakyat mengalahkan ASN. Kemong (kalian) boleh, tapi beta (saya) lebih dekat dengan masyarakat," tambahnya.
Kemong (ASN), boleh memilih terpengaruh dengan segala macam penawaran jabatan dan lain-lain. Tapi beta (Bupati) sudah berbuat untuk masyarakat. Dan masyarakat dong (mereka) sayang beta (saya) daripada kemong (kalian).
Sudahlah, ini kita ngomong bercanda-bercanda saja, jangan masukin hati. (Masuk kanan, keluar kiri), cuman rakyat lebih banyak sayang beta (saya). Buktinya 3.800 sekian itu perbedaannya. Berarti mereka mencintai saya walaupun digembul dengan segala macam cara ASN.
"Tidak apa-apa juga ya, cuman unak-unak sedikit saja," ujarnya.