Bupati menegaskan, baik Penjabat maupun Kepala Ohoi definitif dalam hal pengelolaan keuangan Dana Ohoi semestinya dipergunakan dengan sebaik mungkin sesuai dengan perundangan yang berlaku.
"Yang kemarin menggunakan dana Rp.8juta per Ohoi itu supaya dipertanggungjawabkan. Habis ini saya akan mintakan, saya sudah sampaikan laporan kepada pak Kajari supaya di selidiki apakah penggunaan uang ini benar atau tidak," tegas Thaher Hanubun dalam jumpa awal Bupati dan Wakil Bupati bersama seluruh Kepala Ohoi di Aula Kantor Bupati Malra Senin, (17/3).
Dikatakan bahwa anggaran fantastis yang hanya digunakan dalam kurun waktu dua hari itu semestinya dipertimbangkan bagi 192 Ohoi di Kabupaten Maluku Tenggara.
"Karena, kalau hanya datang ke Langgur dengan menggunakan uang Rp.8 juta untuk dua orang dalam dua hari, kamu makan mas kaapa jadi mahal," geramnya.
Bagi Hanubun, hal ini berhubungan dengan efisiensi anggaran sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo sehingga sangat tidak masuk akal dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
"Saya minta kepada saudara-saudara yang menggunakan uang itu untuk dipertanggungjawabkan satu saat," pinta Bupati.
Kepada para Kepala Ohoi yang dalam posisi sementara menjabat, Bupati menghimbau untuk tidak berkecil hati apabila terjadi rotasi dan pergantian dikemudian hari
"Nanti besok lusa ada yang diganti dan lainnya harap saudara terima itu sebagai sebuah konsekwensi," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh Kepala Ohoi, untuk menyatukan persepsi dan meninggalkan perbedaan untuk menata masa depan Maluku Tenggara dan membangun dari Desa.
"Sekali lagi, bagi teman-teman Ohoi yang kita berbeda, tinggalkan perbedaan itu. Perhatikan kampungnya dengan baik, jangan sampai perbedaan itu lalu kamong seng jaga kampung baik-baik," tutup Bupati.